Kekalahan dari Man City, Peluang Lolos UCL Semakin Sulit, dan Masa Depan Liam Rosenior di Chelsea – Chelsea kembali menuai hasil buruk di kandang sendiri. Manchester City menghajar mereka dengan skor 3-0 pada laga Premier League pekan ke-32. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi skuad asuhan Liam Rosenior. Pasalnya, ini adalah kekalahan ketiga beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun.
Catatan buruk ini terakhir kali terjadi pada tahun 1998. The Blues kalah dari Everton (0-3), Newcastle (0-1), dan kini Man City (0-3). Hasil ini membuat posisi Chelsea di klasemen semakin terancam. Mereka kini tercecer di peringkat enam, terpaut empat poin dari zona Liga Champions.
Dengan sisa enam pertandingan, peluang lolos ke kompetisi elite Eropa mulai menipis. Laga melawan Manchester United dan Liverpool masih menanti di depan mata. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: akankah Liam Rosenior bertahan di kursi kepanasan Stamford Bridge?
Analisis Kekalahan dari Manchester City
Babak Pertama yang Menjanjikan tapi Mandul
Chelsea sebenarnya tidak sepenuhnya buruk pada 45 menit pertama. Mereka bahkan spaceman slot menciptakan sejumlah peluang emas. Cole Palmer dan Pedro Neto beberapa kali merepotkan lini belakang City. Namun nasib berkata lain. Gol Marc Cucurella dianulir karena posisi offside.
Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi malapetaka. Donnarumma di bawah mistar City tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang satu lawan satu. Hukum sepak bola pun berbicara: jika Anda tidak memanfaatkan peluang, lawan akan menghukum Anda.
Keruntuhan di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Chelsea kehilangan kendali. Nico O’Reilly membuka keunggulan City pada menit ke-51. Ia dengan mudah melepaskan diri dari kawalan Andrey Santos untuk menyundul bola.
Marc Guéhi kemudian menggandakan keunggulan dengan tembakan indah yang layak dicetak striker kelas dunia. Puncaknya, kesalahan fatal Moisés Caicedo menjadi petaka. Ia kehilangan bola di depan kotak penalti sendiri, yang langsung dimanfaatkan Jérémy Doku menjadi gol ketiga.
Dampak Tanpa Enzo Fernández
Keputusan Rosenior untuk tidak menurunkan Enzo Fernández menjadi sorotan. Wakil kapten Chelsea itu menjalani skorsing internal dua pertandingan karena berkomentar ingin pindah ke Real Madrid. Banyak pihak menilai keputusan ini naif, apalagi melawan tim sekelas City.
Statistik menunjukkan betapa vitalnya peran Fernández. Ia menciptakan 46 peluang dari permainan terbuka musim ini, tertinggi ketiga di Premier League. Tanpa dia, kreativitas Chelsea di lini tengah mandul. Cole Palmer yang bermain di posisi No. 10 tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran tersebut.
Statistik yang Mengkhawatirkan
Catatan Buruk 1998 Terulang
Ini adalah pertama kalinya sejak 1998 Chelsea kalah tiga laga liga beruntun tanpa mencetak gol. Fakta ini menunjukkan adanya masalah sistemik, bukan sekadar nasib buruk. Lini serang Chelsea tumpul, lini belakang rapuh, dan lini tengah kehilangan kreativitas.
Penguasaan Bola yang Buruk
Manchester City mendominasi dengan 64 persen penguasaan bola. Mereka melepaskan 18 tembakan dengan 8 tepat sasaran. Sebaliknya, Chelsea hanya punya 3 tembakan tepat sasaran dari 12 percobaan. City juga unggul jauh dalam hal tendangan sudut: 12 berbanding 4.
Rapuh dari Sisi Sayap
Kelemahan Chelsea dalam menghadapi umpan silang kembali terekspos. Mereka slot depo 10k kebobolan 11 gol dari skema sundulan musim ini, hanya sedikit lebih baik dari West Ham dan Burnley. O’Reilly memanfaatkan kelemahan ini dengan sempurna untuk mencetak gol pembuka.
Masa Depan Liam Rosenior di Chelsea
Dukungan Penuh dari Manajemen
Meski performa buruk, kabar terbaru cukup melegakan bagi Rosenior. Fabrizio Romano melaporkan bahwa Chelsea masih memberi dukungan penuh kepada pelatih asal Inggris itu. Klub memahami bahwa ia baru bergabung pada Januari dan tidak menjalani pramusim bersama tim.
“Klub tidak melupakan bahwa manajer tiba di bulan Januari. Ini tidak sama dengan memiliki pramusim dan mempersiapkan tim sendiri,” kata Romano. Chelsea berencana memberikan kepercayaan kepada Rosenior setidaknya hingga musim depan.
Klausul Aman hingga 2027
David Ornstein dari The Athletic mengungkapkan informasi lebih rinci. Menurutnya, Chelsea tidak berniat mengevaluasi posisi Rosenior setidaknya hingga musim panas 2027. Ini adalah kebijakan standar klub untuk memberikan waktu satu musim penuh bagi pelatih baru.
Matt Law dari The Telegraph juga mengkonfirmasi hal serupa. Rosenior aman meski gagal membawa Chelsea lolos ke Liga Champions. Satu-satunya skenario yang bisa mengubah situasi adalah jika tim benar-benar hancur total di sisa musim ini.
Persiapan Bursa Transfer Sudah Berjalan
Rosenior sendiri mengaku telah melakukan diskusi detail dengan manajemen. Mereka membahas kebutuhan tim untuk musim depan, termasuk aspek fisik, teknis, dan posisi tertentu. Chelsea berencana mendatangkan setidaknya satu bek tengah, satu gelandang, dan satu penyerang.
Kebutuhan akan pemain dengan fisik kuat menjadi sorotan usai laga melawan City. Chelsea kalah dalam duel fisik di sepanjang pertandingan. Rosenior sadar bahwa ini adalah area yang harus diperbaiki di bursa transfer mendatang.
Apa Kata Rosenior?
Menerima Tanggung Jawab
Rosenior tidak lari dari kenyataan. Ia mengakui bahwa hasil buruk ini adalah tanggung jawabnya sebagai pelatih. Ia juga menegaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh terkait apa yang perlu ditingkatkan.
“Kami telah melakukan banyak diskusi detail tentang apa yang perlu kami lakukan ke depan,” ujarnya seusai laga.
Fokus pada Sisa Musim
Meski tekanan meningkat, Rosenior tetap berusaha fokus. Ia menyadari bahwa sepak bola adalah industri berbasis hasil. Jika tidak bisa meraih poin di sisa enam laga, posisinya bisa terancam. Namun untuk saat ini, ia menikmati dukungan penuh dari manajemen.
Tantangan ke Depan
Jadwal Sisa yang Berat
Chelsea masih harus menghadapi lawan-lawan tangguh. Manchester United dan Liverpool menjadi ujian berat di pekan-pekan mendatang. Jika kembali gagal meraih hasil positif, tekanan pada Rosenior pasti akan membesar.
Perebutan Tempat ke-5
Dengan Liverpool unggul empat poin di posisi kelima, Chelsea harus nyaris sempurna di sisa laga. Mereka juga harus berharap rival-rival lain kehilangan poin. Ini adalah misi yang sulit, tetapi tidak mustahil.
FA Cup sebagai Hiburan
Chelsea masih memiliki peluang meraih trofi musim ini. Mereka akan menghadapi Leeds United di semifinal FA Cup pada 25 April. Kemenangan di kompetisi ini bisa menjadi penebus kekecewaan di liga. Namun laga melawan Leeds juga tidak akan mudah mengingat performa Chelsea yang sedang terpuruk.
Kesimpulan
Kekalahan 0-3 dari Manchester City adalah pukulan telak bagi Chelsea. Ini adalah kekalahan liga ketiga beruntun tanpa gol, terburuk sejak 1998. Peluang lolos ke Liga Champions kini semakin tipis dengan selisih empat poin dari zona aman.
Namun kabar baiknya, masa depan Liam Rosenior tampaknya tidak dalam bahaya langsung. Chelsea berencana memberikan kepercayaan penuh kepadanya setidaknya hingga akhir musim depan. Klub menyadari bahwa ia baru bergabung di Januari dan butuh waktu untuk membangun tim.
Rencana transfer musim panas sudah mulai disusun. Rosenior dan manajemen telah berdiskusi tentang kebutuhan tim. Bek tengah, gelandang, dan penyerang menjadi prioritas utama.
Bagi Rosenior, sisa musim ini adalah tentang menyelamatkan reputasi dan membangun fondasi untuk musim depan. Lolos ke Liga Champions akan menjadi bonus yang luar biasa. Jika tidak, setidaknya ia harus menunjukkan progress yang jelas untuk meyakinkan publik bahwa ia adalah pelatih yang tepat untuk proyek jangka panjang Chelsea.