POLRESTA BANYUWANGI DAN 25 POLSEK JAJARAN MELAKSANAKAN  PEMASANGAN STICKER CONTACT PERSON TRACER COVID 19

POLRESTA BANYUWANGI DAN 25 POLSEK JAJARAN MELAKSANAKAN PEMASANGAN STICKER CONTACT PERSON TRACER COVID 19

Polreskediri. Banyuwangi : Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi dan Polsek jajaran melaksanakan pemasangan sticker contact person tracer Covid-19 secara serentak pada hari Senin, (2/8/2021) dalam rangka PPKM Level-4 di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Personil yang terlibat adalah Gabungan dari Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kades dan Nakes diwilayah masing masing desa binaanya. AKBP Nasrun Pasaribu Kapolresta Banyuwangi saat dihubungi wartawan pada hari Senin (2/8) menyampaikan jika pemasangan sticker contact person tracer dilakukan secara serentak di 25 Polsek jajaran guna memberikan akses kemudahan bagi masyarakat sekaligus sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut.

“Tugas dari tracer adalah untuk melakukan penelusuran kontak, merupakan proses identifikasi, evaluasi serta manajemen sekelompok orang yang telah terpapar oleh virus. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Sekelompok orang ini yang kemudian dinamakan contact. Proses ini dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasi sekelompok orang yang telah terpapar virus selama 14 hari ke belakang.” terang Kapolresta Banyuwangi.

AKBP Nasrun Pasaribu Kapolresta Banyuwangi berharap dengan dipasangnya sticker yang memuat nomor contact person tracer covid-19 tersebut masyarakat diharapkan secara aktif bisa menghubungi petugas apabila mengalami gejala yang mengarah kepada Covid-19 baik untuk diri sendiri, anggota keluarga, tetangga dan atau orang yang dikenalnya untuk bisa segera dilakukan tracing dan penanganan (therapy).

“Para Bhabinkamtibmas bersama dengan Babinsa, Perangkat Desa dan Nakes setempat akan melakukan tracing dengan tujuan membatasi penyebaran penyakit COVID-19. Data yang diperoleh bisa digunakan sebagai bahan analisis bagi pemerintah untuk mengelola risiko Covid-19, hingga memungkinkan kegiatan ekonomi dan sosial dilanjutkan senormal mungkin,” ujar Kapolresta Banyuwangi.

Lebih lanjut Kapolresta Banyuwangi mengatakan bahwa tujuan umum dari tracing adalah untuk memutus rantai penularan melalui kegiatan surveilans epidemiologi komprehensif sesuai pedoman yang berlaku. Sedangkan tujuan khusus antara lain pertama peningkatan jumlah testing di Puskesmas minimal 1/1000 jumlah penduduk di puskesmas per minggu; Kedua melakukan 100% contact tracing pada kasus konfirmasi ketiga 90% kasus yang ada di isolasi dan seluruh kontak di karantina < 24 jam sejak teridentifikasi dan di follow up selama 14 hari.

Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Lawan Covid-19

Kibarkan Bendera Merah Putih Sebagai Simbol Optimisme Lawan Covid-19

Polreskediri. JOMBANG, Personil gabungan terdiri Polres Jombang, Kodim 0814 dan Satpol PP Pemkab Jombang melaksanakan operasi yustisi sekaligus membagikan bendera merah putih kepada pedagang kaki lima (PKL). Para pedagang dengan kompak mengibarkan bendera merah putih tersebut.

Aksi pemasangan bendera di lapak oleh PKL ini sebagai simbol melawan pandemi covid-19. Pemasangan bendera merah putih di masing-masing lapak jualannya dilakukan oleh para PKL yang berada di Jalan Dokter Sutomo dan Jalan Kusuma Bangsa Jombang.

Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengungkapkan, pemasangan bendera merah putih mulai dilakukan tadi malam saat operasi yustisi PPKM level 4. Bendera merah putih yang dipasang ke lapak para PKL ini sebagai simbol optimisme melawan pandemi covid-19 di kota Jombang.

“Dalam rangka hari kemerdekaan ini, kita kan masih terdampak pandemi covid-19. Kita bersama masyarakat kompak mengibarkan bendera merah putih sebagai simbol melawan pandemi,” ujarnya kepada wartawan, Senin (02/08).

Ia menambahkan, Petugas juga mengedukasi para PKL supaya terus mengingatkan para pembelinya menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Kapolres Jombang menyemangati, Kita tidak boleh kalah oleh virus dan keadaan saat ini, seluruh elemen bangsa harus bahu membantu untuk membumi hanguskan virus ini dari Indonesia, dan membawa negara kita menang melawan Pandemi ini secepatnya.

“Semangat itu harus digelorakan bersama. Jadi masyarakat tetap bisa bertahan hidup dengan bekerja sekaligus kesehatannya tetap terjaga. Dengan prokes, taat aturan pemerintah melalui kebijakan baik pusat maupun daerah, Semoga pandemi ini segera berakhir,” Pungkasnya

Panglima TNI Apresiasi Kolaborasi Tim Nakes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Saat Kunjungan di Jatim

Panglima TNI Apresiasi Kolaborasi Tim Nakes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Saat Kunjungan di Jatim

Polisikediri. Forkompimda Jawa Timur, mendampingi Panglima TNI serta Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melakukan kunjungan di Jawa Timur, pada Minggu (1/8/2021).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta bersama Pejabat Utama Polda Jatim, dan  Pejabat Utama Kodam V Brawijaya mendampingi kunjungan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto melakukan pengecekan disejumlah Puskesmas di Jatim.

Puskesmas yang dikunjungi diantaranya, Puskesmas Gayaman Mojokerto, Puskesmas Sukomoro Nganjuk, Puskesmas Balerejo Madiun. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan 3T Testing, Tracing dan Treatment, serta penerapan aplikasi Silacak dan aplikasi inaRISK oleh TNI Polri dalam rangka penanganan Covid-19 di Jatim.

Dalam kunjungannya, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri, melakukan pengecekan terhadap tim Tenaga Kesehatan (Nakes) dan Babinsa serta Bhabinkamtibmas, dalam melakukan penanganan pasien covid-19 di masing-masing daerah.

Sebagai informasi, rasio kasus positif diperoleh dengan membandingkan temuan orang positif Covid-19 dari jumlah orang yang diperiksa.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan batas aman, rasio kasus positif Covid-19 tak lebih dari 5 persen.

Itu artinya, situasi pandemi relatif terkendali bila dari 100 orang yang diperiksa, hanya 5 kasus positif Covid-19 yang ditemukan.

Sementara di Mojokerto, Panglima TNI mengapresiasi kinerja tim Nakes, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mojokerto, yang selalu berkolaborasi dan bagus dalam penanganan kasus Covid-19. Selain itu, saat ini di Mojokerto rasio kasus positif covid-19 hanya 1 banding 29.

“Rasionya 1 banding 29,sudah masuk standar WHO loh itu Ibu Gubernur,” ucap Panglima TNI didampingi Forkopimda Jatim, saat berdialog dengan tim Nakes Mojokerto.

“Oke bagus sudah, hanya dokter yang ngerti. Jago-jago semua,” celetuk Panglima TNI dan mengapresiasi Bupati Mojokerto yang kebetulan juga dokter.

“ini kita apresiasi, bagus sekali kalau bisa rasio 1 banding 15 atau 1 banding 29,” kata Panglima TNI bersama Kabaharkam Polri saat berkunjung di Puskesmas Gayaman, Mojokerto.

Selain itu, Panglima TNI juga menguji kemampuan anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam pengoprasian aplikasi Sistem Informasi Pelacakan (SiLacak) dan inaRISK, serta koordinasi 4 pilar, bagaimana memperlakukan pasien covid-19.

Koordinasi tersebut diuji dengan melakukan komunikasi melalu telepon antara Babinsa maupun Bhabinkamtibmas kepada pasien covid yang sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) untuk mengetahui perkembangan kesehatannya secara berkala.

Hal yang sama juga dilakukan dimasing-masing Puskesmas, yang dikunjungi oleh Panglima TNI bersama Kabaharkam Polri kepada petugas di lapangan, dalam menerapkan 3T serta kemampuan anggota dalam mengoprasikan aplikasi Silacak dan aplikasi inaRISK, meliputi alur sistem pelaporan, koordinasi tracing digital penanganan pasien covid-19 dan interaksi dengan pasien Covid-19 yang sedang melaksanakan isolasi mandiri secara virtual.

Bendera Merah Putih Dikibarkan di Surabaya, Simbol Semangat Lawan Covid-19

Bendera Merah Putih Dikibarkan di Surabaya, Simbol Semangat Lawan Covid-19


 

Polisikediri. Polrestabes Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya tak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan semata-mata menjaga stabilitas kesehatan dan ekonomi masyarakat, seperti dilaksanakannya Vaksin Masal dan pembagian bansos kepada masyarakat yang terdampak.

Kini di Surabaya beberapa masyarakat yang merupakan pekerja sektor non formal seperti pedagang kaki lima (PKL), tukang tambal ban, hingga tukang becak memilih untuk memasang bendera merah putih sebagai simbol perang melawan pandemi.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengapresiasi kegigihan masyarakat dalam berkolaborasi bersama pemerintah atasi pandemi.

Hartoyo memastikan, masyarakat tetap bisa bekerja mencukupi kebutuhan keluarga asal tetap dengan protokol kesehatan dan mentaati aturan pemerintah selama pandemi.

“Situasi memang tidak mudah. Tapi dengan kebijaksanaan pemerintah dan masyarakat, masa sulit ini akan terlewati. Bendera merah putih bisa jadi sebagai simbol perang melawan Covid 19. Sinergi antara pemerintah dengan masyarakat,”ujar Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.

Semangat merah putih itu, menurut Hartoyo merupakan simbol semangat arek-arek Suroboyo khususnya untuk tetap bisa survive di tengah pandemi ini.

“Semangat itu harus digelorakan bersama. Jadi masyarakat tetap bisa bertahan hidup dengan bekerja sekaligus kesehatannya tetap terjaga. Dengan prokes, taat aturan pemerintah melalui kebijakan baik pusat maupun daerah, InsyaAllah pandemi ini akan segera tertangani dengan baik,” tandasnya.

Ribuan Warga Jombang Lakukan Vaksinasi Dosis Kedua di Kebonrojo

Ribuan Warga Jombang Lakukan Vaksinasi Dosis Kedua di Kebonrojo

Polisikediri. JOMBANG, Dalam rangka mendukung target Pemerintah dalam melakukan percepatan Herd Immunity dan pengendalian terhadap Covid-19, Polres Jombang kembali menggelar Gerai vaksin Presisi vaksinasi massal menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-76 Tahun 2021 bertempat di Kebonrojo Jalan Raya KH. Wakhid Hasyim Jombang, Minggu, (01/08/2021).

Vaksinasi massal yang digelar Polres Jombang kali ini menargetkan 2000 orang untuk disuntik vaksin jenis Sinovac dosis ke-2. Petugas vaksinator yang dilibatkan dalam kegiatan ini sejumlah 10 orang yang terdiri dari 7 orang vaksinator Polri dan 3 vaksinator TNI.

Vaksinasi berjalan cukup baik dan tertib dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Petugas mengatur jadwal kehadiran masyarakat guna mencegah terjadinya kerumunan orang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Ketua DPRD Jombang H. Mas’ud Zuremi, Dandim 0814 Letkol Inf. Triyono, Dansat Radar 222 Kabuh Jombang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pejabat Utama (PJU) Polres Jombang dan Kapolsek jajaran Polres Jombang.

Turut hadir juga Wakapolda Jatim Brigjen. Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Karorena Kombes Revindo, Kabidpropam Kombes Taufik Herdiansyah, Direskrimun Kombes Totok Suhariyanto dan Kombes Dr. Komang dari Biddokes Polda Jatim.

Dalam sambutannya Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan, serbuan vaksinasi yang dilaksanakan Polres Jombang telah mencapai 23.699 ribu vaksin untuk masyarakat Jombang atau kurang lebih 61 persen. Dengan tergelarnya kegiatan vaksin massal tersebut, diharapkan prosentasi akan terus bertambah.

“Antusiasme masyarakat Jombang dalam giat vaksin cukup tinggi. hal itu tentunya karena komunikasi dan pendekatan maksimal oleh tiga pilar kamtibmas bhabinkamtibmas, bhabinsa dan kepala desa yang selalu menyemangati tentang pentingnya melakukan vaksin sehingga masyarakat mendaftar ke lokasi vaksin,” ujarnya.

Kapolres mengingatkan kepada seluruh masyarakat maupun peserta vaksinasi untuk tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam kehidupan sehari-hari, meskipun sudah disuntik vaksin.

“Masyarakat yang telah melakukan vaksinasi, saya selalu ingatkan tetap patuhi dan laksanakan protokol kesehatan. Karena kita harus tetap menjaga diri kita, untuk tidak menularkan ataupun tertular, karena itu protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Walaupun kita semua sudah vaksinasi,” tutur Agung.

Ia menambahkan, kegiatan vaksinasi akan terus dilakukan Polres Jombang untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok di masyarakat. “Kita akan berusaha memberikan yang terbaik buat masyarakat agar cepat terbentuk herd immunity, jika dosis vaksin kita habis kita akan mengajukan lagi,” ujarnya.

Wakapolda Jatim Brigjen. Pol. Drs. Slamet Hadi Supraptoyo menyampaikan, antusias masyarakat mengikuti vaksinasi menggambarkan bahwa masyarakat Jombang sangat peduli terkait dengan adanya vaksin. Kegiatan yang dilaksanakan hari ini, tentunya bagian kegiatan dari percepatan vaksinasi yang dilakukan oleh Pemkab Jombang.

Terkait dengan cakupan vaksinasi yang ada di Kabupaten Jombang. Waka Polda mengungkapkan, Jombang merupakan kabupaten atau lima cakupan vaksinasi yang tertinggi.

“Hari ini atau data terakhir kurang lebih 1,8 persen dari sasaran vaksinasi Jawa timur, itu untuk vaksinasi yang pertama. Kalau yang kedua masih 0,9 persen, kurang lebih sekitar hampir 300 ribu masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi, tinggal sasaran vaksinasi kurang lebih 0,9 persen. Ini menggambarkan adanya kepedulian,” ujarnya.

Wakapolda Jatim menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Forkopimda Jombang dalam pelaksanaan vaksinasi yang semata mata untuk membantu masyarakat agar bisa meningkatkan herd immunity dari Covid-19.

Kapolri Siapkan Strategi Capai Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan

Kapolri Siapkan Strategi Capai Vaksinasi 70 Persen di Hari Kemerdekaan

 

 

 

 

Polisikediri. JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan strategi vaksinasi massal sebagai hadiah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2021 nanti, pelaksanaan percepatan vaksinasi massal bisa mencapai 70 persen.

Terkait dengan target tersebut, Sigit mengungkapkan bahwa, telah menginstruksikan kepada seluruh Kapolda jajaran untuk melakukan percepatan vaksinasi guna meraih target di Hari Kemerdekaan RI tersebut.

“Kami laksanakan Vicon dengan para Kapolda pada tanggal 17 Agustus, Insya Allah kami dibantu dengan kerjasama rekan-rekan baik Pemda, TNI serta seluruh relawan akan mampu capai target 70 persen  untuk vaksin bersama,” kata Sigit di Polda Metro Jaya, Minggu (1/8/2021).

Menurut Sigit, guna mencapai target 70 persen vaksinasi tersebut diperlukan pengorganisasian dan strategi yang baik. Diantaranya, adalah seperti yang akan dilaksanakan di Jakarta yakni melakukan ‘Gerakan Vaksinasi Merdeka’.

“Perlu ada pengorganisasian yang bagus kemudian strategi yang bagus. Tadi setelah dipaparkan, kami kemudian jadi jelas bahwa target ini bisa tercapai,” ujar Sigit.

Selain gerakan vaksinasi massal, Sigit menekankan, dalam percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona, pihak kepolisian juga telah membuka gerai-gerai vaksinasi.

Diketahui, ‘Gerakan Vaksinasi Merdeka’ di Jakarta akan diselenggarakan di 668 titik gerai vaksinasi yang tersebar di 900 RW, yang berada di Jakarta dengan melibatkan 4.500 relawan yang terdiri dari 1.800 orang tenaga medis, dokter pelaksana screening dan vaksinator. Dan 2.700 orang non tenaga medis, observator dan input administrasi.

Setiap relawan akan mendapatkan penggantian ongkos transportasi melalui aplikasi Gojek dan insentif. Target yang akan dicapai yaitu 200 suntikan per-RW per hari mulai dari 1 Agustus, sehingga dapat mencapai 3.060.000 suntikan pada saat hari Kemerdekaan RI ke-76 tanggal 17 Agustus nanti.