Di SPBU Anggota Polsek Kepung Antisipasi Kejahatan

Di SPBU Anggota Polsek Kepung Antisipasi Kejahatan

Polreskediri. Anggota Polsek Kepung Polres Kediri Selasa (26/1/2021) melaksanakan patroli di SPBU Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri.

Dalam patrolinya itu, anggota Polsek Kepung Polres Kediri juga menitipkan pesan Kamtibmas kepada warga.

Warga diingatkan agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap para pelaku kejahatan dan peredaran uang palsu.

Kapolsek Kepung Polres Kediri Iptu Roni Robi melalui Kasi Humas Polsek Kepung Aiptu Sugianto menuturkan diimbau kepada warga.

“Selalu waspada dan hati-hati, terutama peredaran uang palsu dan kejahatan yang lain,” tutur Kasi Humas.

Pastikan Stok Sembako Aman, Kapolres Kediri Tinjau Gudang Bulog

Pastikan Stok Sembako Aman, Kapolres Kediri Tinjau Gudang Bulog

Polreskediri. Guna memastikan pasokan dan stok sembako, terutama beras, Kapolres Kediri, melakukan sidak ke gudang bulog paron. Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi panic buying, hasilnya,  hingga saat ini untuk stok dipastikan masih banyak  dan aman. Bahkan, anggota satreskrim Polres Kediri juga terus melakukan pemantauan di lapangan guna mengantisipasi terjadinya penimbunan bahan pokok.

Kapolres Kediri didampingi kasat reskrim dan kepala bulog sub divre Kediri melakukan pemantauan langsung pasokan dan stok sembako, terutama beras di gudang bulog Desa Paron. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk memastikan stok beras dalam kondisi aman, serta untuk mengantisipasi terjadinya panic buying. Dari hasil pemantauan tersebut, dipastikan untuk stok beras dinyatakan aman, bahkan hingga 8 bulan kedepan.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono, mengatakan, sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi panic buying pada masyarakat, serta memastikan stok beras dalam kondisi aman, dan hingga saat ini di gudang bulog masih mencapai lebih dari 70 ribu ton.

Selain melakukan sidak, pihak Polres Kediri juga terus melakukan upaya pemantauan peredaran sembako di lapangan, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan sembako, yang menyebabkan naiknya harga sehingga merugikan masyarakat, dan jika petugas mendapati pelaku penimbunan sembako, maka akan ditindak tegas.

Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat, seyogyanya tidak memborong bahan pokok. Sebab, aksi borong akibat panik tersebut dapat memperumit keadaan serta situasi tidak kondisif.

Cegah Penyebaran Corona, Polres Kediri Jaga Kebersihan Dan Pasang Hand Sanitizer

Cegah Penyebaran Corona, Polres Kediri Jaga Kebersihan Dan Pasang Hand Sanitizer

Polreskediri.Bertambahnya orang yang positif terinfeksi virus corona semakin membuat masyarakat makin khawatir, terutama ketika mendatangi fasilitas-fasilitas layanan publik.

Sebagai antisipasi penyebaran virus Covid-19 (corona) di fasilitas umum, pihak Kepolisian terus berupaya melakukan upaya pencegahan.

Seperti pada, Minggu (15/3/2029), Polres Kediri, bersama Polsek jajaran melakukan kerja bakti bersih-bersih kantor dan melakukan pemasangan hand sanitizer di tempat sudut pelayanan.

Pemasangan hand sanitizer ini sebagai sarana cuci tangan dan untuk memberikan edukasi tentang hidup sehat kepada para pengunjung yang datang di Polres Kediri maupun di Polsek jajaran.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K melalui Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Purnomo menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai sarana upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat yang berada di Polres Kediri dan Polsek jajaran untuk terus menjaga pola hidup sehat, selalau mencuci tangan setiap selesai beraktifitas. Kami juga sudah menyiapkan hand sanitizer di setia pintu masuk,” jelas AKP Purnomo.

Dalam kegiatan ini sengaja dilakukan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Kediri untuk tetap tenang serta jangan termakan informasi yang tidak benar (Hoaks) tentang virus corona dan tetap beraktivitas seperti biasa namun tetap menjaga kebersihan.

 

Kapolres Kediri Cek Pemeriksaan Senpi Anggota

Kapolres Kediri Cek Pemeriksaan Senpi Anggota

Polreskediri. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K didampingi Waka Polres Kediri Kompol Andik Gunawan melakukan pemeriksaan cek senjata api milik anggota, Senin pagi (9/3/2020). Pemeriksaan Senpi itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan terhadap anggota.

Kegiatan pemeriksaan milik anggota Polres Kediri juga melibatkan dari Provost Polres Kediri.

Dalam pemeriksaan Senpi milik anggota itu masing-masing pemegang wajib menunjukkan senpi serta surat kartu pemegang Senpi sebagai bentuk legalitas pemegang, selain itu memperlihatkan kondisi Senpi berikut amunisinya.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K, mengungkapan kegiatan pemeriksaan Senpi itu untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan dan mengetahui masa aktif penggunaan Senpi.

“Kami berpesan kepada anggota yang memegang Senpi agar menggunakan sesuai SOP. Namun demikian kepada anggota tetap mengedepankan pelayanan humanis terhadap masyarakat,” terang Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K.

Satreskrim Polres Kediri Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dengan Pemberatan

Satreskrim Polres Kediri Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dengan Pemberatan

Polreskediri. RY (26) warga Desa Asmorobangun Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, ditangkap tim Buser Satreskrim Polres Kediri. Laki-laki yang bekerja di CV Prima Putra Abadi di Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri itu terbukti melakukan pencurian dengan pemberatan di kantor tempatnya bekerja. Alhasil pelaku berhasil mencuri uang ratusan juta di tempat kerjanya.

AKBP Lukman Cahyono menjelaskan semula kejadian pencurian dengan pemberatan (curat). Awalnya pelaku masuk kerja seperti biasanya. Pelaku datang ke kantor dengan membawa tas ransel. Setelah rapat pelaku tidak langsung pulang tapi bersembunyi di ruang istirahat perempuan dan menunggu semua karyawan pulang.

Sekitar pukul 23.00 WIB, lanjutnya, pelaku menuju ke ruang kasir dengan membawa ransel yang sudah disiapkan. Setelah di dalam ruang kasir, pelaku membuka laci menggunakan gunting. Dari laci tersebut, pelaku mengambil uang dan dimasukkan ke dalam kantong plastik.

“Pelaku hanya bermodalkan gunting. Gunting yang dibawa pelaku untuk membuka laci yang berada di ruang kasir tempat penyimpanan uang,” jelas AKBP Lukman Cahyono, Rabu (4/3/2020).

Selain mengambil uang dalam plastik, pelaku juga membawa uang yang berada di dalam amplop. Setelah berhasil mengambil uang, pelaku menuju ruang marketing untuk mengambil gunting. Pelaku kemudian masuk ruang CCTV dan menghapus rekaman melalui komputer.

Tak hanya menghapus rekaman, pelaku juga melepas penyimpanan data CCTV dan menukar dengan hardisk lain.”Karena pelaku orang dalam jadi tahu tempat penyimpanan uang. Setelah mengambil uang, pelaku kembali beristirahat di ruang istirahat perempuan. Kemudian pelaku meminta izin ke daerah Mojokerto dengan alasan akan menagih,” tutur Kapolres Kediri.

AKBP Lukman mengungkapkan, pelaku membuang hardisk CCTV di area parkir RS HVA Tulungrejo dan menyembunyikan uang di area persawahan Desa Gedangsewu Kecamatan Pare. “Setelah dilakukan penyelidikan pelaku berhasil kami amankan dirumahnya. Barang bukti juga kami temukan,” ungkap Kapolres Kediri.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun. “Untuk barang bukti yaitu uang tunai Rp 314.423.000, dua buah hardisk, dan tiga buah gunting kami amankan. Pelaku mengaku uang tersebut untuk membayar hutang dan digunakan untuk keperluan sehari-hari,” tandasnya.

Polres Kediri Berhasil Bongkar Komplotan Pemalsuan Dokumen Negara

Polres Kediri Berhasil Bongkar Komplotan Pemalsuan Dokumen Negara

Polreskediri.  Satreskrim Polres Kediri berhasil menangkap tiga pelaku pemalsuan dokumen negara. Ketiga pelaku ini yaitu HA (27) asal Desa Lontar Kecamatan Sambikerep Kota Surabaya, S (51) warga Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar, dan IP (24) warga Pondok Lontar Indah Kecamatan Sambikerep.

Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan awal mula berhasil mengungkap praktik pemalsuan dokumen ini berawal dari penggerebekan salah satu rumah kontrakan yang berada di Perumahan Desa Sukorejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

“Awalnya anggota Satresnarkoba melakukan penggerebekan salah satu tersangka yang diduga mengedarkan narkoba, ternyata anggota menemukan barang bukti yang diduga dokumen palsu atau akta autentik,” jelas Kapolres Kediri, Rabu (4/3/2020).

Pada saat melakukan penggerebekan petugas menemukan banyak tumpukan dokumen penting yang diduga palsu. Petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan untuk memastikan dokumen tersebut asli atau palsu.

“Hasilnya dokumen palsu,” terangnya.

Hasil pemeriksaan, dari ketiga pelaku ini, S dan IP adalah karyawan HS. HS membuat akta autentik dengan cara membuka biro jasa atau calo untuk melengkapi pembuatan paspor. Apabila ada persyaratan yang kurang, akan dilengkapi dan dipalsukan kepada BB yang masih dalam penyelidikan.

“Dari pengakuannya para komplotan ini melakukan aksinya sangat lama yakni 8 tahun,” tutur AKBP Lukman Cahyono.

Barang bukti yang disita petugas yaitu satu bandel kutipan Akta Kelahiran, blangko kartu keluarga, buku pesanan paspor, kartu tanda penduduk (KTP), laptop, printer, dan alat laminating.

Atas tindakan pelaku tersebut, diduga melanggar Pasal 96 A Undang-Undang (UU) RI Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006. Dalam pasal tersebut menyatakan tentang administrasi kependudukan atau Pasal 264 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan akta autentik atau dokumen dengan ancaman hukuman penjara selama 8 tahun.